Tuesday, May 31, 2005

Dunia Memilihku

Jam dua belas lewat beberapa menit di hari yang terik ini. Tenagaku sudah hampir habis terkuras, tak banyak yang tersisa lagi. Setiap orang yang berjalan melewatiku tersentak menahan napas, melirikku dengan pandangan jijik, sebagian lagi dengan tatapan curiga, dan sisanya dengan pandangan iba. Entah karena perduli pada keberadaanku atau miris membayangkan diri mereka berada di posisiku.
Usiaku sembilan tahun lebih sedikit, kalau tidak salah. Rasanya aku sudah tidak ingat lagi sudah berapa lama hidup di dunia ini. Yang aku ingat masa kecilku. Dulu aku bermain-main di tepian kali, tempat tinggalku, tempatku berlindung bersama kedua orang tua dan dua orang adikku yang masih bayi. Disanalah kami hidup serba kekurangan, namun jiwa kami tidaklah miskin. Kami mandi dari kali yang sama, sumber air minum kamipun dari kali yang sama, tempat pembuangan pun di kali itu juga. Tidak sehat memang tapi toh kami tak perduli apa itu kesehatan. Selama itu kami baik2 saja.
Kegiatanku kini sehari2 naik turun angkot dan bis kota. Kadang tak jarang ditolak dan dimaki oleh sopir angkutan karena dianggap mengganggu ketenangan penumpang. Aku hanya mencoba melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan, menyanyi. Aku tak pernah mengenal sekolah seumur hidupku. Jangankan mengerti nada, mengeja kata pun aku tak mampu. Hanya meniru nyanyian para bintang terkenal dengan susah payah karena apa yang ada dalam bayanganku dan suara yang keluar dari mulutku sama sekali berbeda. Sumbang, kata orang.
Aku tahu mereka yang mendengarku menyanyi ingin sekali berteriak menyuruhku diam, sebagian lagi tertawa mencemooh sambil berbisik2 dan mencebik. Aku pun mengerti hidup mereka pun tidaklah mudah, pulang bekerja dalam keadaan lelah dan stres dan masih dipaksa mendengar suara2 sumbangku. Tapi sekali lagi, hanya ini yang bisa kulakukan. Setidaknya aku berusaha menghibur mereka walau takkan pernah mampu melakukannya dengan benar.
Bahasaku kasar...dan seberapapun usahaku menjelaskan pada mereka bahwa aku sungguh tak bermaksud demikian, mereka tetap menganggapku kurang ajar. Mereka mengembalikan amplop2 pemberianku dengan lemparan jijik dan kesal. Kadang malah membiarkannya saja dipangkuan sambil pura2 tak melihat atau membiarkannya jatuh ke lantai angkutan umum. Sungguh aku juga manusia yang bisa terluka hatinya namun aku tetap memasang senyum di wajahku.
Apa aku salah dengan usahaku yang sedemikian keras untuk mempertahankan hidup? Andaikata hidup ini bukanlah suatu anugerah dari yang Maha Kuasa, akupun tak ingin bertahan lebih lama. Aku merasa mereka sungguh menginginkan aku duduk berpangku tangan menunggu mati tanpa mengganggu kesibukan mereka dan waktu istirahat mereka yang singkat. Kehadiranku di dunia tidaklah penting, hanya merupakan kegagalan alam dalam menyeleksi.
Tapi seandainya itu benar suatu kesalahan, apa salah jika aku mengusahakan yang terbaik saat ini? Toh aku sudah terlanjur berada disini dan melenyapkan suatu kehidupan adalah dosa yang lebih tak termaafkan? Aku tidak melulu menghendaki sedekah berbentuk materi. Asalkan mereka tak memalingkan muka, seulas senyum yang tulus pun cukup membuat semangat hidupku bertambah sehari.
Aku belajar untuk tidak merasa iri pada siapapun. Kedua orangtuaku yang sudah meninggal mengajarkan padaku bahwa miskin harta asalkan bukan miskin hati takkan pernah memalukan.
Kedua orang yang kucintai itu kini sudah berpulang. Mereka tertabrak truk ugal2an saat sedang memulung barang rongsokan di tepian jalan antar kota. Kini hanya ada aku dan dua orang adikku yang masih balita. Kami dikuasai oleh beberapa orang preman yang menuntut setoran setiap petang hari.
Badanku biru dan memar2 setiap kali aku pulang dengan hasil dibawah target. Dua orang adikku disewakan pada pengemis2 yang lebih tua untuk mengelabui para pengendara mobil pribadi. Dijemur dibawah terik matahari dan seringkali sengaja pura2 dilupakan bahwa mereka butuh makanan. Jangankan mereka yang masih balita, akupun takkan sanggup jika berada di posisi adik2ku. Mereka dipukuli jika menangis karena lapar. Aku tak tahu berapa lama lagi mereka bisa bertahan menjalani semua ini.
Kadang aku merasa marah dengan kehidupan yang ditimpakan padaku ini. Aku marah pada sang pencipta. Namun teringat kembali pada pesan2 bapak ibuku. Kehidupan telah memilihku untuk menjadi demikian. Bukan merupakan suatu hukuman namun suatu jalan untuk menuju ke suatu tempat yang telah ditetapkan sedari awal.

Set them free...apa susahnya membagi senyuman yang tulus pada mereka? Tak perduli betapa kotornya tubuh mereka, atau bau yang menguar dari badannya. Mereka manusia dan masih anak2. Andai kantong sedang kosong pun tak ada salahnya mengulas sebuah senyum tulus untuk membagi kekuatan dan semangat hidup pada mereka. Jangan palingkan wajah dari mereka karena hal itu hanya akan semakin membuat mereka menderita. JUST LOVE THEM! THEY DON’T NEED YOUR MONEY IF YOU GAVE IT NOT FROM YOUR HEART!

Monday, May 23, 2005

bittersweet of life??

H: hari ini Ce Ling2 ga masuk!
M: oh? kenapa?
H: mertuanya mati!
M: meninggal, teh :)
(setelah lewat bbrp lama ternyata ada de ja vu)

H: hari ini Ce Ling2 ga masuk, Sus!
M: (Siaran ulang kah ini?)
S: Pulang ke Bali, ya? Seminggu kan? Mertuanya meninggal? (rupanya nih orang lebih up to date)
H: Inna nillahi!
M: ... itu...inna nillahi, maksudnya turut berduka cita atau karena Ce Ling cuti seminggu, teh?
H: hah?
M: Oh, salah ya? teteh mah santai aja Ce Ling nggak ada, saya yang pusing :D
(setelah dipikir2...kenapa jadi begini??? kalo teteh ga ada, saya yg repot...Ce Ling ga ada? saya juga yg repot!? Dunia Kejam!!)

B: Heti! itu printer masih ga bisa dipake?
H: ga bisa, ko! (kedengerannya kok emosi pisan ya?)
B: Coba nyalain! Coba kamu print nota!
H: :((
B: Bisa nggak?!
M: (ya ampun! kenapa juga si bos ini...perasaan tadi sama saya kok adem2 aja?)
H: Ga bisa, Kooo...!!
M: :D
B: Ga bisa gimana sih? (ikutan panas)
H: Ce Ling2 kmrn bilang ga bisa dipake!
B: Lha! listriknya mana? orang sepinter apa juga ga akan bisa pake kalo ga ada kabelnya!
M: (masa iya dia ga bisa liat kabelnya nempel disana??)
(si teteh teken tombol "on" bikin si bos bengong dan ga tau apa yang dia pikirin) :D
B: Loh! itu nyala!
M: (stupid!)
B: Sekarang coba di print! pasti bisa! cuma tergantung orangnya aja ngerti cara pakenya atau nggak. kalo nggak ngerti cara kerjanya ya percuma. orang itu kalo nggak banyak belajar jadi bodoh. kamu harus contoh saya...bla bla bla
M: (mulai deh narsisnya)
H: :((
(si teteh malah pergi ke tempat duduknya dan pura2 ga denger) ck ck ck...kacau juga hari ini
B: Heti! coba di print! denger nggak?
(si teteh mah kayanya lagi PW...cuek aja tuh)
B: Heti!!! (wah, esmosi!!)
H: Mar! Kamu aja! tolong dong!
M: HAH?? (kebiasaan si teteh ini kalo udah ada masalah pasti aja lempar ke orang) :( Grrr... ga liat saya lagi banyak kerjaan?
(dan ternyata setelah saya coba...printernya jalan!!! tambah ngoceh lah dia)
(dan ternyata lagi...tiba2 pita printernya lompat! si Bos kaget :D:D:D)
M: Nah! itu dia! printernya rusak, ko :D ada hantunya tuh printer :)

H: Kesel! Bete! kalo dia tau "cara kerja mesin" kenapa ga kerjain sendiri!?
M: Teh, kaya baru seminggu aja kerja disini. bos kita kan gaptek cuma ga ngaku aja :)
H: Perfeksionis!
M: Sadis...bengis...sinis...
H: Rasis!
M: tragis..
H: Narsis!
M: (hmm..let me think..) Kudis!
H: ga nyambung tau! emang dia kudisan?
M: :D abis ga ada ide lagi... Puitis?
H: puitis apa?!
M: kempis?
H: emangnya ban? :(
M: kan dia ceking dan kecil kaya ban kempis
H: Udah ah! jadi ngaco!
M: Soalnya lagi ngantuk, kurang tidur :)

Thursday, May 19, 2005

when you tell me that you love me

I wanna call the stars
Down from the sky
I wanna live a day
That never dies
I wanna change the world
Only for you
All the impossible
I wanna do

I wanna hold you close
Under the rain
I wanna kiss your smile
And feel the pain
I know what's beautiful
Looking at you
In a world of lies
You are the truth

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

I wanna make you see
Just what i was
Show you the loneliness
And what it does
You walked into my life
To stop my tears
Everything's easy now
I have you here

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me

In a world without you
I would always hunger
All i need is your love to make me stronger

And baby
Everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe
No matter where you are
And bring you
Everything you ask for
Nothing is above me
I'm shining like a candle in the dark
When you tell me that you love me
You love meWhen you tell me that you love me