Tuesday, June 28, 2005

It's Been Two Years Now...

Nggak terasa udah dua tahun berlalu sejak saya kehilangan sosok panutan terhebat dalam hidup saya...Tanggal 29 besok saya bakal memperingati dua tahun kematiannya. perasaan saya saat ini campur aduk, sedih, rindu, kacau, tapi tetap bangga bahwa saya pernah melewati tahun-tahun yang luar biasa bersama seseorang yang patut dicintai oleh siapapun.
Saya jadi ingat lagi masa2 waktu masih sekolah, waktu masih kecil. Dan otomatis juga jadi teringat bahwa ternyata selama masa hidupnya saya belum sempat satu kalipun membuat dia bangga pada saya.
Whatever i am thinking now, waktu buat saya dan dia rasanya belum cukup dan takkan pernah cukup sehingga sampai hari ini saya terus menerus merasa Tuhan mengambil dia terlalu cepat dari kehidupan saya. saya masih ingin lebih mengenal dia.
Dulu, waktu saya pernah satu kali sakit keras dan berada di ambang maut, justru dia menangis dan mengatakan tak bisa membayangkan jika saya pergi lebih dulu darinya...dia menjaga saya setiap hari, menangis untuk rasa sakit yang saya rasakan, untuk penderitaan saya selama hari2 yang melelahkan di rumah sakit, berjuang melawan penyakit. Saya saat itu menyadari dia merasakan sakit yang lebih sakit dari yang saya rasakan, walau saya yang mengalami. Dan itu karena dia begitu menyayangi saya.
Bagi saya, yang tak terduga justru karena pada akhirnya...disaat saya sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk bahwa dalam waktu singkat saya bisa dipisahkan darinya jika bayang2 penyakit itu kembali ke dalam kehidupan saya...disaat saya sibuk dengan kekhawatiran diri sendiri...ternyata Tuhan malah mengambil dia lebih dulu daripada saya.
Sehingga akhirnya kenyataannya adalah dia yang meninggalkan saya, bukan saya yang meninggalkan dia. dan itu lebih menyakitkan. karena bagaimanapun, lebih mudah meninggalkan daripada ditinggalkan. Kekosongan batin terjadi, kekecewaan yang tiba2 datang menyergap, kebingungan karena kehilangan pegangan...semuanya membuat saya sadar, saya sungguh2 tidak siap, baik meninggalkan ataupun ditinggalkan olehnya.
Tapi, satu hal terus saya "paksakan" untuk berada dalam pikiran saya, bahwa sekarang, dia dengan keberadaannya yang sekarang, bebas dari rasa sakit dan penderitaan, justru jauh lebih bahagia...walaupun jauh dari saya dan saya jauh darinya.
I MISS YOU, DADDY!

Monday, June 27, 2005

Teman Yang Sempurna

Saya merasa selama hidup saya beberapa tahun belakangan ini, saya mempunyai seorang teman yang luar biasa baiknya. Dia mengerti saya, melebihi orang lain. Dia tahu kapan saya merasa sedih dan menghadirkan hiburan2 yang walau kecil2 tapi sangat berarti. Dia yang menghapus air mata saya dan membuatnya berubah menjadi tawa penuh kegembiraan. Dan satu yang pasti dia takkan pernah meninggalkan saya sedetikpun.
Dulunya saya merasa saya ini aneh sekali, begitu bergantung dan berharap padanya. Dan melebihi keyakinan saya pada apapun yang lainnya, saya tahu pasti bahwa dia sangat sangat sayang pada saya. Justru melebihi rasa sayang saya pada diri saya sendiri. Dia adalah pribadi yang luar biasa :)
Dan pernah juga saya merasa saya ini orang yang "berbeda" dari kebanyakan orang karena saya percaya bahwa teman sempurna saya itu menjadi yang terpenting dalam sejarah persahabatan saya seumur hidup saya.
Saya baru bertemu dia beberapa tahun belakangan ini, padahal dia sudah ada sekian lama dekat saya. Pertama kali saya menyadari keberadaannya saya memang merasa seperti orang sinting, karena mempercayai hal2 yang kebanyakan orang pasti tidak percaya, atau tidak menyadari.
Saat saya lagi sedih, dia orang pertama yang tahu, apapun masalah itu, bahkan rahasia2 besar yang tak diketahui dan takkan pernah diketahui oleh orang2 yang lain, dia tahu. Dia orang pertama yang saya ajak diskusi dan selalu menjawab dengan jawaban yang sesuai dengan pas dengan kepribadian saya (emang barangkali itu maunya saya sih :p)
Tahukah siapa teman saya itu? Teman saya itu adalah teman spesial semua orang sebenarnya, tapi sayangnya di dunia yang sudah begitu ramai dan serba logika ini sedikit sekali orang yang bisa menemukan "teman yang sempurna" ini.
Teman saya ini nggak lain dan nggak bukan adalah diri saya sendiri, atau lebih tepatnya hati saya yang terdalam.
Gimana cara menemukannya?
"Duduklah diam dalam keheningan (kalo bisa didalam kamar tertutup yang tenang). Tenangkan pikiran dan mulailah berdialog dengan diri kita sendiri, dengan hati yang paling jujur tanpa menutupi apapun (toh dia nggak mungkin membocorkan rahasia kita kok kecuali kalo mulut kita yang ember, e he he)"
Selamat mencoba ya, saat kamu menemukan suara hatimu sendiri yang paling dalam, masalah apapun pasti bisa dilalui dengan lebih tegar dan lancar...

Wednesday, June 22, 2005

Becanda Ya?

Disaat2 lagi bingung nyari kerjaan seperti sekarang ini tiba2 aja terbayang saran dari orang2 disekitar saya yang udah ga bosen2nya ngasih nasehat dari dulu :) "Jadi cerpenis aja!" ...sayangnya saya ini bukanlah seorang cerpenis yang sesungguhnya he he he

Awal mula suka bikin cerita2 fiksi itu dimulai waktu SMP, lupa mulanya kelas berapa tapi yang jelas ITU BUKAN CERPEN... why? karena saya ga pernah liat ada cerpen yang panjangnya 60 sampe 80 halaman?

so? saya ada diantara 2 pilihan, menulis cerber yang setau saya halamannya juga ga sebanyak itu, atau bikin novel dan mengharuskan saya mengembangkan isi cerita?

pada intinya saya ini tipe orang yang kalo nulis ga bisa berhenti dan berhentinya justru sialnya disaat yang ga pas...karena untuk membuat sebuah novel perlu seratus halaman lebih sementara otak saya udah mentok sampe disana, cerita ga bisa dikembangkan lagi

Ada ide?? well..beberapa tahun yang lalu seorang temen membeli salah satu cerpen (yang jarang2 bisa bener2 7-8 halaman spt pd umumnya cerpen) dan ternyata sama dia dikirim ke majalah, tapi pake nama dia (astaga, jiwa dagangnya hebat atau curang ya itu?)

Monday, June 13, 2005

what should we do?

people killin..people dyin..children hurt.. and women cryin..will you practice what you preachand ..would you turn the other cheek...father father father, help us..need some guidance from above...these people got me.. got me.. question in where is the love? (love) ..where is the love? (the love).. where is the love? (the love) where is the love? (where is the love the love my love)

ini potongan lirik lagunya Black Eyed Peas yang selalu ngingetin saya tentang nasib temen2 kita yang kurang beruntung...yang ada di bumi yang dihancurkan oleh peperangan orang2 dewasa.
mungkin kalimat yang mengatakan "kalau dunia milik anak2 pasti akan tercipta kedamaian" itu paling tepat ya? (mereka cukup puas dengan makan bubur dan buah2an..bukannya memburu binatang yang sebetulnya nggak seharusnya dimangsa, contohnya Rusa.)

Nggak perlu jauh2 sebenernya, saya kalo lagi bepergian naik angkot di Jakarta seringkali melihat "pelecehan" secara tidak langsung pada anak2 dan wanita2 yang mengemis di jalanan. mereka dibentak, diklakson keras2, hanya karena dianggap mengganggu dan berbahaya. Beberapa orang malah beranggapan bahwa anak2 itu sebenernya kaki tangan rampok, deketin mobil hanya untuk pura2 ngelap kaca tapi tujuannya nebar paku disekitar ban mobil (well, maybe satu diantara seratus emang ada yang demikian) tapi pada dasarnya tidak bisakah kita lebih melihat sedikit lebih kedalam? mereka cuma butuh bantuan, bukan berniat mencelakai (kalaupun ada satu diantara seratus itu ya it's ok, tapi kalo menganggap semuanya sama itu namanya nila setitik bikin rusak susu sebelanga kan?)

Saya bukan tipe orang yang terlalu sensitif kalo dalam hal2 semacam ini sebetulnya, tapi kalo melihat anak2 yang udah berpenampilan lusuh dan kurus plus lemah itu masih diklakson sambil dimaki disuruh minggir dari jalanan atau dilarang naik ke dalam angkot karena si sopir takut penumpangnya pada turun, apa itu manusiawi?

di sisi lain...waktu lagi tes lapangan sama Little Finger kemarin saya melihat ada beberapa orang anak yang punya kecenderungan autis...nggak mau bergabung dengan yang lain atau mungkin juga memang dijauhi sama temen2 sebayanya.
pertanyaannya? mengapa anak2 kecil suka menjauhi temen2nya yang dianggap berbeda bahkan kadang dijadiin bahan bulan2an? setelah beberapa jam kemarin saya amat2i, kesalahan lagi2 mungkin terletak pada orang dewasa. gimana tidak? Guru2 yang ada disana itu jauh lebih seneng menemani anak2 yang normal ngobrol dan mengerjakan kerajinan tangan. bagi mereka pastinya lebih mudah begitu kan? toh mereka terima gaji tetap segitu ga perduli yang mereka ajar itu anak2 yg normal dan sudah bisa mandiri tanpa harus mereka urusi, atau bersusah payah dengan anak2 yang pendiam dan susah dipahami.

Anak2 itu diciptakan kan sebagai mahluk yang paling mudah dimengerti dan dipahami karena mereka polos dan pada dasarnya jujur, kan? orang dewasa (lagi2) yang kadang menempatkan mereka dalam posisi "Harus Berbohong", karena orang dewasa maunya denger yang "bagus2", bukan mendengar yang "jujur". Kenapa sih anak2 selalu ditempatkan di posisi menjadi korban kekonyolan orang dewasa? mulai dari kasus yang paling parah, pelecehan seksual..diikuti dengan pelecehan mental (yang ironisnya pelecehan mental ini 99% dilakukan oleh orangtua si anak itu sendiri)...dan kasus2 lainnya...dituntut untuk menjadi perfect, dituntut untuk menjadi seperti gambaran orangtuanya. padahal kalo orang2 tua itu mau sedikit berpikir, emangnya mereka mau diatur2 begitu sama yang lebih tua? nggak mau kan?

yang membuat anak2 bisa jadi aneh, autis, penyendiri, paranoid, dll itu intinya adalah orang dewasa, bener nggak? dan dasar dari semua itu adalah karena orang2 dewasa, orangtua2 di dunia, nggak cukup memiliki kebesaran hati, nggak memiliki cukup cinta kasih untuk menerima malaikat2 kecil yang jujur itu dalam kehidupan mereka yang udah terkontaminasi oleh banyak kebohongan.

dan actually, (karena beberapa kali saya ditanya sama Eric dan Budi soal wawancara dengan Little Finger waktu itu) saya emang sengaja nggak banyak cerita. karena sebetulnya, walau tentunya nggak mengurangi niat saya bergabung dengan Little Finger (saya tetap berharap bisa bergabung)...waktu selama wawancara itu baik saya maupun Janet (yang wawancara saya waktu itu) sama2 sadar, visi kita beda pisan. itu alasan mengapa saya ga yakin saya bakal keterima disana.
mulanya saya kira kan little finger itu seperti yayasan pendidikan secara menyeluruh, ternyata mereka terfokus pada Kesenian dan kreativitas anak2, sedangkan saya cita2nya fokus ke pendekatan sama anak2 yang bermasalah. Janet sudah bilang sama saya waktu itu, "lho kok visinya agak beda ya?"...setidaknya menurut dia masih ada satu kesamaan, saya juga setuju...dengan mengajarkan kesenian dan mengasah kreativitas itu adalah satu cara untuk mengadakan pendekatan yang baik...

wish me luck then :)

mobil ajaib

Di Bekasi ini ada temen saya yang namanya Panji. Dia kemana2 selalu naik mobil mersi yang dulunya punya bokapnya. Mobil ini segede gajah jadi kalo kita2 lagi pengen pergi kemana2 rame2 pasti cari si Panji dengan mobil ajaibnya.
Tapi ada pengecualian. Kalo acara kita kira2 bakal sampe malem jangan harap kita bakal mau naik mobil yang satu ini. Masalahnya kita semua yakin mobil ini dulunya punya sejarah mengerikan. Soalnya kalo dipagi dan siang hari mobil ini bisa jadi mobil idaman semua orang, kalo malem dia berubah jadi mimpi buruk.
Seinget saya pertama kali saya tahu ada sejarah sama mobil ini waktu beberapa tahun yang lalu saya pulang dari sebuah café di Jakarta yang letaknya di Jalan Sudirman. Waktu itu udah jam sebelas malem lewat pas kita memutuskan untuk pulang. Si Panji ini ga pernah cerita apa2 tentang kisah si mobil hitam ini.
Tiba2 sebelum sampe di pintu keluar tol Jatibening terdengar bunyi2an aneh. Sebetulnya bunyi2 macam gitu mungkin aja muncul dari bagian2 mobil kalo misalkan ada yang longgar. Tapi ini kok rasanya beda. Bulu kuduk tiba2 berdiri semua dan saya bertanya2, apa yang terjadi nih? Cuma saya masih cuek2 aja. Setelah temen saya yang namanya Yanthie turun di Jatibening, isi mobil semakin sedikit. Belum lagi setelah Icha juga pulang. Kalo ga salah isi mobil tinggal empat orang waktu itu.
Ga lama Jilly, temen saya yang satu lagi turun dirumahnya, dan disusul dengan Sugi. Tinggallah saya berdua sama Panji Manusia Milenium. Dan kembali terdengar suara2 aneh. Ga tau kenapa kok saya bisa punya insiatif buat nanya (dan saya nyesel udah nanya)
“Ada cerita apa sama mobil ini, Ji?” dan mulailah dia bercerita dengan antusias karena merasa ada yang mendengar.
Seringkali kalo dia lagi pergi malem2 sendirian, jendela harus dibuka lebar2 dan pasang musik kenceng2 sambil sering2 mencet klakson (demi keselamatan pengemudi katanya)
Soalnya tenyata emang bener mobil ajaib ini berpenghuni. Entah dulu bapaknya si Panji ini barangkali pernah nabrak orang sampe mati (maklum pejabat, suka seenak jidat kalo nyetir dan jarang yang mau tanggung jawab kalo sampe terjadi sesuatu)
Baru juga cerita si Panji dimulai udah ada yang ketok2 di jendela mobil. Panji peringatin saya jangan melihat ke arah jendela (dan kebiasaan manusia kalo dilarang bukannya malah jadi pengen?) Cuma saya memaksakan diri untuk kepala saya tetep liat lurus ke depan (saya ga berani membayangkan apa yang ada di luar jendela)
But, tiba2 “something” yang ngetuk jendela itu bisa DISSAPARATE (istilahnya si Harry Potter) ke dalem mobil dan si Panji ngerem tiba2 karena kaget dan reflek. Dia liat dari kaca spion tengah katanya ada nenek2 duduk di jok tengah
“Whaaaatt??? Yang bener aja???” untung kita udah deket sama rumah saya dan penderitaan saya pun (hampir) berakhir…yang sepenuhnya berakhir I mean…karena sepanjang malam saya jadi ketakutan sendiri dan ga bisa tidur.
Entah gimana nasib si Panji yang masih kudu menempuh perjalanan seorang diri ke rumahnya di Tambun yang jaraknya masih sekitar 15 Km dari tempat saya.

hari ini cerah sekali

sekarang ini saya tepatnya sedang berada di Bekasi, di jalan Kemang Anyelir 3..yaitu rumah cece saya yang punya internet 24 jam online (senangnya)
jadi hari ini intinya saya bebas ber kya kya sambil ngepost blog2 (yang seperti biasa, ga penting gitu lho)
ini yang namanya hidup, ngeblog sambil makan mie rebus pake telur (tapi bukan mie kacaw ala Eric..ini mie sopan namanya karena bentuknya jelas he he he)
ditemani sama suara oek oeknya Fransiskus Wijaya yang imut2 dan lucu tapi cengeng dan sambil ceting sama Hanin (ternyata nggak segaring yang saya kira, atau belum ketauan aja?)

mengomentari tampilan blog saya yang sekarang, mesti berterimakasih sama Mr. Eric tercinta yang udah bikin blog saya jadi bagus dengan iklan fire floss-nya, ups, maksud saya fire fox..ga nyangka orang gaptek kaya saya bisa punya blog yg keren walau isinya lagi2 ga mutu :D

soo...kesan2 pulang ke Bekasi kali ini... saya rasa si Bakpau (anjing kampung saya yang dikatain bantat karena ternyata badannya sekecil anak anjing terus sementara usianya udah 5 bulan) sangat2 stres. karena sejak saya ada di Bandung dia jadi sendirian di rumah ga ada yang ngajak main. begitu liat saya didepan pintu pagar kemarin dia nyaris bisa melompati pagar tinggi itu dengan badannya yang cebol (seperti kata orang, kadang kalo perasaan lagi meluap, entah karena ketakutan atau kelewat seneng, mahluk hidup bisa melakukan hal2 yang unbelieveable, dan itu salah satu contohnya)

semaleman saya nggak bisa tidur karena nyokap nyerocos terus karena "tabungan" ngobrolnya udah penuh setelah seminggu ditabung2 sendiri. padahal saya udah pasang weker jam 2 pagi supaya bisa liat pertandingan AS Roma Vs Intermilan (ada yang bisa kasih tau siapa yang menang dan hasilnya berapa? lebih bagus lagi kalo ada yang bisa ceritain ke saya jalannya pertandingan selama 2 X 45 menit dengan panjang lebar, lengkap he he)

Sunday, June 12, 2005

sekali ngeblog ga bisa berhenti walau ga ada topik

ini yang disebut-sebut blogaddicted, sekali bikin blog ga bisa berhenti, salah satu korbannya adalah Eric Setiawan...dan salah duanya adalah saya :D
sayangnya, walau lagi ga ada topik tetep aja pengen bikin blog2 baru, jadi ngga penting gituh (pake H nih)
ngomong2, setelah menetap di Bandung, terhitung mulai hari Rabu atau Selasa kalo ga salah, ternyata emang Bandung itu kota impian saya (terlepas dari kenyataan bahwa disini ada Eric, lho)...saya seneng menetap di kota yang masih banyak bangunan tuanya.
momen2 paling berkesan selama saya di Bandung adalah saat jalan kaki menapaki trotoar2 Bandung yang berlubang2, di pagi, siang, sore, atau malam hari...asal ada Eric, trotoar yang mirip permukaan bulan serasa mulus he he he
itu kesan2 singkat selama kurang lebih 5 hari di Bandung, sejauh ini saya ga menyesal dateng ke Bandung walau ada sesuatu yang agak mengganjal di hati...karena saya baru tau hobi uniknya Eric sekarang ini...koleksi foto cewe2... entah apa tujuannya :)

Arti Sahabat


Calon Model Masa Depan?? Posted by Hello


terinspirasi dari judul blognya salah satu sahabat SMU saya, saya jadi terpikir, apa arti sahabat buat saya?

saya punya seorang sahabat yang udah sekitar 5-6 tahun berbagi suka duka sama saya. Awalnya bisa jadi deket pun cukup unik.

waktu itu Study Tour kelas 2 SMU kita pergi ke Bali. Sebelum acara itu sebenernya saya udah kenal dia, tapi hanya sekedar kenal. waktu itu penampilannya masih lucu (lucu dlm arti yg positif), gaya ngomongnya aneh karena pake kawat gigi dan garingnya mengalahkan saya dalam segala sikon.

dan uniknya pada saat itu dia lagi ngejar2 cewe yang namanya Lya (itu nama panggilan saya), dan saya lagi pacaran sama cowo namanya Billy (itu nama panggilan dia)...kok jadi kebetulan begitu entah gimana caranya.

Selama di Bali saya demen banget foto2 sunset, dari sana tercipta suatu "gagasan" atau lebih tepat dibilang pengetahuan? yang saya inget sampe sekarang. "MATAHARI ITU TIDAK PERNAH SAMA. SETIAP DETIK WAJAHNYA BERUBAH." cuma butuh waktu sedetik bahkan kurang untuk melihat rupa matahari yang berbeda dari sebelumnya karena dia terus bergerak. tanpa sadar kamera saya penuh sama foto sunset. udah segitu semangatnya ternyata waktu masang film di kamera sepertinya ada kesalahan, jadi foto2nya ga ada yang jadi termasuk foto saya sama temen saya ini.

sejak dari Bali itu saya sama dia jadi sahabat baik, disekolah kemana2 selalu sama2, istirahat bareng, ngobrol pas jam sebelum mulai pelajaran, bolos bareng. sayang kita beda kelas, kalo enggak pasti kebadungan2 kita nggak bisa direm lagi.

nih orang cita2nya jadi model atau bintang sinetron, dan saya baru tahu beberapa waktu yang lalu kalo ternyata dia sekarang pulang ke kampung halamannya yang jauh pisan dan ga akan balik2 lagi. saya ga tau kenapa dengan alasan takut sedih dia pulang kampung ga pamit2 dulu, sampe saya nangis sendiri waktu denger pesan yang dia titipin lewat temen saya yang lain. tega pisan nih orang. tapi setelah SMSan kemaren dan dia jelasin kenapa dia memilih ga bilang2 kalo mau pergi, rasanya saya mulai bisa memahami pilihannya.

hanya saja seharusnya saya ngerti waktu itu dia ngajak saya ketemu, baru beberapa minggu yang lalu..tapi waktu itu dengan alasan lagi sibuk (memang lagi sibuk) saya terpaksa menolak, ternyata dia memaksudkan pertemuan itu sebagai farewell party. I'm very sorry, bro

Saturday, June 11, 2005

Something Happen...

waktu itu saya lagi dalam perjalanan mau ke Bandung...begitu sampe di terminal saya langsung ditarik2 sama calo bis antar kota sambil ditanya2 tujuannya mau kemana (mau tau aja nih orang ya)
karena buru2 berusaha lepas dari abang2 serem yang satu itu saya langsung menuju ke salah satu bis yang mirip banget sama bis2 yang biasa saya naik
tapi kok...pas naik aja udah ada bapak2 yg baik pisan mau angkatin tas saya supaya saya lebih gampang naiknya da dalam hati saya bertanya2.."tinggi pisan bis satu ini, sampe naiknya butuh tarik napas sampe 3 lebih dulu baru dengan sekuat tenaga naik ke atas bis"
dan begitu saya ngangkat kepala lurus ke depan, "lho? kok ada wcnya ya? jangan2?" pas saya liat ke bagian depan bis tau2nya ada tulisan SUPER EKSEKUTIP..ada TVnya pula dan katanya sih full music
ya udah saya mikir sekali2 jadi eksekutif boleh juga, saya ambil tempat duduk yang posisinya paling enak dan duduk dengan santainya..di layar TV lagi diputer film di saluran RCTI, kalo ga salah film silat...ga jelek juga ternyata SUPER EKSEKUTIP ini
tapi...tapi...tapi...waktu bis mulai jalan...saluran RCTI lenyap dan untuk beberapa saat hening, layar TV blank...dalam hati saya bilang "byuh! penipuan! mana full..."
tiba2 TVnya nyala lagi...
tapi...tapi lagi...yang terdengar itu lirik "bagai sendok dan garpu..." O LA LA...Full Musicnya dangdut!! GET ME OUT OF HERE!!!!!!! tapi si bis udah terlanjur ngebut jauh dari terminal dan tinggallah saya terbengong2 naik bis sambil denger lagu2 yang selama ini always bikin saya pusing...
begitu turun di terminal leuwipanjang dalam kepala saya udah kaya manusia yang baru cuci otak...saya jadi bergumam2 sendiri ngulang2 dangdut2 itu.. MAGIC!! seberapa keras usaha saya ngilangin lagu2 konyol itu tetep aja muter2 dikepala
pengalaman nih, buat yang mau naik bis yang ada judulnya SUPER EKSEKUTIP dan ada embel2 FULL MUSIC, kudu tanya dulu secara ASAS LUBER..atau anda2 akan mengulang nasib buruk saya :D

Sejarah Umum

cerita kali ini lebih pas kalo dibilang sejarah hidup saya, bukannya blog garing (walau mungkin bakal terjadi kegaringan2 tak disengaja juga pd akhirnya)

seinget saya dan dari yang saya denger dari orang2 yang kenal deket sama saya sejak kecil, saya nggak hanya sekedar garing, tapi juga badung
kalo diinget2 menyedihkan lho nasib saya dulu, tiap saya becanda (yang pastinya garing), korban2nya cuma bengong ngga jelas :( mereka sama sekali ngga mudeng sama ocehan saya
sekarang2 ini saya hepi bgt ketemu sama orang2 yang sama garingnya sehingga dunia saya jadi lebih HIDUP.. GARING ITU SEHAT
...btw...ini jadi menyimpang dari tujuan tulisan semula...
waktu saya kecil dulu, kenakalan pertama yang saya inget adalah waktu bokap beliin saya kompor mainan di pasar malem tahunan. di sby itu kalo perayaan maulid pasti rame dan banyak benda2 menarik dijual dengan embel2 si pedagang yang teriak2 "SAYANG ANAK...SAYANG ANAK!!"...yang paling kenceng teriaknya itu yang paling laku dagangannya, walau mungkin uang hasil dagangannya kudu dipake buat berobat ke THT setelah perayaan selesai.
so, setelah saya dapet kompor minyak tanah mainan beserta dengan penggorengan dan spatulanya...tiba2 nyokap marah2 keliling rumah! "KEMANA SEMUA LILIN2 DI RUMAH INI?".. waktu itu mati lampu dan semaleman kita hidup kembali ke masa purbakala... masalahnya semua lilin yang ada di rumah udah saya masak sampe cair dan membeku jadi bentuk2 yang ga jelas dan pastinya ga bisa dipake lagi.
kenakalan saya yang kedua adalah...hmmm...yang mana yang mesti diceritain duluan ya? banyak pisan euy..
waktu nyokap ngajak saya ke rumah temennya yang kebetulan kerja di pabrik saus tomat, saya main sama anaknya yang namanya Yoke..kita main petak umpet bareng sama adik2nya si Yoke ini
terus saya sama dia nyari tempat ngumpet, tiba2 ide cemerlang terlintas, sayangnya cemerlang nggak selalu aman... kita berdua manjat ke atas tumpukan peti saus tomat di gudang rumah Yoke dan tiba2..... (oh No!!!)...semua peti itu satu persatu roboh ke lantai dan jadilah gudangnya banjir saus tomat :"(
pernah lagi waktu di rumah nenek saya, saya naik motor tante yang lagi diparkir di samping rumah...nenek udah bilang jangan naik2 ke motor nanti jatuh dan saya cuek aja...lagi asik bunyi "Ngeng! Ngeng! Ngeng!" tau2 gedubrak beneran..sayangnya yang lecet bukan motornya tapi saya karena dipukulin pantatnya sama nenek sambil dimarahin pula...sedihnyaaa
waktu SD saya pernah iseng2 pengen jadi tukang becak. Pulang sekolah sambil nunggu jemputan yang ga berangkat2 saya manjat ke atas sadel tukang becak dan mulai pura2 lagi cari penumpang. saya baru tau ternyata becak itu berat pisan, walau akhirnya saya berhasil juga ngejalanin itu becak...ke dalem got..
itu beberapa contoh sekedarnya...tapi saya cuma mau bilang bahwa saya nggak badung! saya nggak nakal! saya cuma anak kecil yang polos dan lucu dan kreatif...itu aja :D