Tuesday, June 28, 2005

It's Been Two Years Now...

Nggak terasa udah dua tahun berlalu sejak saya kehilangan sosok panutan terhebat dalam hidup saya...Tanggal 29 besok saya bakal memperingati dua tahun kematiannya. perasaan saya saat ini campur aduk, sedih, rindu, kacau, tapi tetap bangga bahwa saya pernah melewati tahun-tahun yang luar biasa bersama seseorang yang patut dicintai oleh siapapun.
Saya jadi ingat lagi masa2 waktu masih sekolah, waktu masih kecil. Dan otomatis juga jadi teringat bahwa ternyata selama masa hidupnya saya belum sempat satu kalipun membuat dia bangga pada saya.
Whatever i am thinking now, waktu buat saya dan dia rasanya belum cukup dan takkan pernah cukup sehingga sampai hari ini saya terus menerus merasa Tuhan mengambil dia terlalu cepat dari kehidupan saya. saya masih ingin lebih mengenal dia.
Dulu, waktu saya pernah satu kali sakit keras dan berada di ambang maut, justru dia menangis dan mengatakan tak bisa membayangkan jika saya pergi lebih dulu darinya...dia menjaga saya setiap hari, menangis untuk rasa sakit yang saya rasakan, untuk penderitaan saya selama hari2 yang melelahkan di rumah sakit, berjuang melawan penyakit. Saya saat itu menyadari dia merasakan sakit yang lebih sakit dari yang saya rasakan, walau saya yang mengalami. Dan itu karena dia begitu menyayangi saya.
Bagi saya, yang tak terduga justru karena pada akhirnya...disaat saya sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk bahwa dalam waktu singkat saya bisa dipisahkan darinya jika bayang2 penyakit itu kembali ke dalam kehidupan saya...disaat saya sibuk dengan kekhawatiran diri sendiri...ternyata Tuhan malah mengambil dia lebih dulu daripada saya.
Sehingga akhirnya kenyataannya adalah dia yang meninggalkan saya, bukan saya yang meninggalkan dia. dan itu lebih menyakitkan. karena bagaimanapun, lebih mudah meninggalkan daripada ditinggalkan. Kekosongan batin terjadi, kekecewaan yang tiba2 datang menyergap, kebingungan karena kehilangan pegangan...semuanya membuat saya sadar, saya sungguh2 tidak siap, baik meninggalkan ataupun ditinggalkan olehnya.
Tapi, satu hal terus saya "paksakan" untuk berada dalam pikiran saya, bahwa sekarang, dia dengan keberadaannya yang sekarang, bebas dari rasa sakit dan penderitaan, justru jauh lebih bahagia...walaupun jauh dari saya dan saya jauh darinya.
I MISS YOU, DADDY!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home