Friday, July 08, 2005

Mengindonesiakan Inggris

Buat orang2 yang bahasa inggrisnya masih merasa amburadul, daripada panik saat dikomentari orang bahasanya kacau dan ga ketauan apa maksudnya. Kalo pas ada kalimat yang nggak tahu gimana tulisannya dalam bahasa Inggris ( apalagi kalo kudu pake tenses) kenapa nggak sekalian di-plesetin aja? Daripada bikin orang bingung kan lebih baik bikin orang nyengir? Perlu dicoba? Mending mana, BLOON atau GARING? :)
Kata siapa juga bahasa inggris saya jago? Kalo ngomong secara lisan mungkin masih lebih mudah ya, karena nggak perlu terlalu mikirin soal past tense dan segala embel2nya yang lain. Lagian walau hobi pelajaran bahasa inggris kadang suka esmosi juga kalo baca tulisan orang yang pake bahasa inggris, karena kadang bukan cuma masalah tenses aja, tapi juga kadang orang punya maksud mengatakan sesuatu, dan orang yang ngebaca nangkepnya lain. Karena bahasa inggris itu punya banyak kemungkinan yang namanya satu kalimat bisa mengandung beberapa arti.
Coba kalo ada orang bilang, “You took the word out of my mouth.”…Kira2 apa artinya? Dikiranya pasti ada orang lagi ngomong trus tiba2 lawan bicaranya nyerang dia sambil merogoh ke dalam mulut (hmm, kayaknya bakal muntah tuh)…salah persepsi kan? (ada yang tau nggak arti kalimat itu apa? Itung2 sekalian belajar he he)
Sekarang kalo ditanya orang lagi, “kamu jago bahasa inggris ya?”…saya nggak lagi menjawab “yes” or “no”…saya memilih menjawab, “ah, saya mah don’t know what- what!” :D

Di kantor sekarang ini lagi jam setengah empat sore (dan itu artinya sebentar lagi saya pulang). Semua orang sudah pada pergi dari siang, mencari2 calon kantor yang baru dan setelah saya denger2 tadi kayaknya kantor yang baru lokasinya bakal lebih deket dari tempat tinggal (senangnya…). Dan lama2 saya jadi hafal sama lagu “Can’t Smile Without You” karena seseorang disini rajin pisan muter lagu itu berulang2 :) song good (lagunya bagus, red) Kalo tanya, “Kamu siapa?” jadi “You is who?”
Ah, intinya mah saya lagi eneg aja tiap hari menterjemahkan tulisan Inggris ke Indonesia, masalahnya terjemahannya ga semudah terjemahin lagu2 karena ini terjemahin resep prakarya, dan kebanyakan isinya nggak nyambung sama arti Indonesia, jadi mesti diakal2in, muter otak, lama2 otaknya over load dan jadi seperti inilah jadinya. *Hiks*

Saya mau pulang dulu naik Transport City alias Angkutan Kota alias angkot. Doh.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home